Rabu, 21 Oktober 2015

Iwan Sugianto: Tugas Mahasiswa Semester Satu 2015

Iwan Sugianto: Tugas Mahasiswa Semester Satu 2015

http://sriut090797.blogspot.co.id/

tugas berbicara sri utami

Iwan Sugianto: Tugas Mahasiswa Semester Satu 2015

http://sriut090797.blogspot.co.id/

TUGAS"BERBICARA DENGAN MENYAKINKAN"SRIUTAMI

Iwan Sugianto: Tugas Mahasiswa Semester Satu 2015

MAKALAH BERBICARA
“BERBICARA UNTUK MENYAKINKAN”
PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI







OLEH :
SRI UTAMI
SUSANTI
SIRILIUS MOKO
MARIA
SUFRIN









UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
TAHUN PELAJARAN 2015
KATA PENGANTAR

Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimahkan rahmat, taufik
dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan waktu
yang telah di tentukan.
Shalawat
serta salam senantiasa tercurah limpahkan pada junjungan kita Nabi  besar
Muhammad SAW, sampai akhir zaman.
Makalah
Mata Kuliah Pendidikan bahasa dan seni yang berjudul
“Berbicara untuk menyakinkan” dapat
terselesaikan tepat waktu. Dengan
selesainya makalah ini tak lupa
penyusun menyampaikan terimakasih pada semua  pihak yang telah membantu,
menyumbangkan pikirannya, memberi kritik dan saran yang membangun sehingga
makalah ini dapat diselesaikan.
Akhirnya
penyusun harapkan agar hasil dari makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
pembelajaran selanjutnya.

Surabaya, 22 Oktober 2015



Penyusun







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
 1.4 Manfaat
BAB II. PEMBAHASAN
1.5 Berbica dengan Tujuan Menyakinkan
1.7  Menyakinkan Pendengar yang Menentang
 1.9 LANGKAH-LANGKAH
UNTUK MENJADI SEORANG KOMUNIKATOR
BAB III.  PENUTUP
1.10.
Kesimpulan
1.11. Saran
DAFTAR PUSTAKA






















BAB I
PENDAHULUAN

1.1
Latar Belakang
Kehidupan
manusia tidak dapat lepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa merupakan sarana untuk
berkomunikasi antarmanusia. Bahasa sebagai alat komunikasi ini, dalam rangka
memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan
sesama manusia. Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu
membawakan pikiran dan perasaan baik mengenai hal-hal yang bersifat konkrit
maupun yang bersifat abstrak (Effendi, 1985:5). Sejalan dengan  perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan
berbahasa yang baik. Seseorang yang mempunyai kemampuan berbahasa yang memadai
akan lebih mudah menyerap dan menyampaikan informasi baik secara lisan maupun
tulisan. Keterampilan berbahasa terdiri dari empat aspek, yaitu menyimak atau
mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Siswa harus menguasai keempat
aspek tersebut agar terampil berbahasa. Dengan demikian, pembelajaran
keterampilan  berbahasa di sekolah tidak hanya menekankan pada teori saja,
tetapi siswa dituntut untuk mampu menggunakan bahasa sebagaimana fungsinya,
yaitu sebagai alat untuk  berkomunikasi. Salah satu aspek berbahasa yang
harus dikuasai oleh siswa adalah  berbicara, sebab keterampilan berbicara
menunjang keterampilan lainnya (Tarigan, 1986:86).
Keterampilan
ini bukanlah suatu jenis keterampilan yang dapat diwariskan secara turun temurun
walaupun pada dasarnya secara alamiah setiap manusia dapat  berbicara.
Namun, keterampilan berbicara secara formal memerlukan latihan dan
 pengarahan yang intensif. Stewart dan Kennert Zimmer (Haryadi dan
Zamzani, 1997:56) memandang kebutuhan akan komunikasi yang efektif dianggap
sebagai suatu yang esensial untuk mencapai keberhasilan setiap individu maupun kelompok.
Siswa yang mempunyai keterampilan berbicara yang baik, pembicaraannya akan
lebih mudah dipahami oleh penyimaknya.
Berbicara
menunjang keterampilan membaca dan menulis. Menulis dan berbicara mempunyai
kesamaan yaitu sebagai
kegiatan produksi bahasa dan
bersifat menyampaikan informasi. Kemampuan siswa dalam berbicara juga akan
bermanfaat dalam kegiatan menyimak dan memahami  bacaan.






1.2
Rumusan Masalah

1.2.1Apa pengertian keterampilan
berbicara?
1.2.2Apa tujuan keterampilan
berbicara?
1.2.3Apa saja ragam berbicara?
1.2.4Apa saja faktor penunjang dan
penghambat keterampilan berbicara?
1.2.5Bagaimana cara penilaian
keterampilan berbicara?
 1.2.6 Bagaimana hubungan
keterampilan berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya?

1.3
Tujuan
1.3.1Memahami pengertian
keterampilan berbicara.
1.3.2Memahami tujuan keterampilan
berbicara.
1.3.3Memahami ragam berbicara.
1.3.4Memahami faktor penunjang dan
penghambat keterampilan berbicara.
1.3.5Memahami cara penilaian
keterampilan berbicara.
1.3.6Memahami hubungan keterampilan
berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya.

1.4
Manfaat
1.4.1 Dapat memahami pengertian
keterampilan berbicara.
1.4.2 Dapat memahami tujuan
keterampilan berbicara.
1.4.3 Dapat memahami ragam
berbicara.
1.4.4 Dapat memahami faktor
penunjang dan penghambat keterampilan  berbicara. 1.4.5 Dapat memahami
cara penilaian keterampilan berbicara.
1.4.6 Dapat memahami hubungan keterampilan berbicara dengan
aspek kebahasaan lainnya.









BAB I I
PEMBAHASAN

1.5  Berbicara
Dengan Tujuan Menyakinkan
Semua
isi pembicaraan yang dibuat untuk meyakinkan orang lain terfokus pada pendengar
dan tidak perlu mempertimbangkan  factor  pembicara karena perubahan
yang dinginkan harus terjadi pada pendengar.
Ada empat macam tipe
pendengar,yaitu:
  1. Pendengar yang positif :dia sepakat dengan anda dan
    meyakini apa yang anda katakan.
  2. Pendengar yang netral :dia dating untuk mendengar dan
    menentukan  sikap
  3. Pendengar penentang :dia menentang pendapat anda ,tidak
    percaya ,atau tidak yakin dengan apa yang anda katakan
  4. Pendenagra yang acuh tak acuh:seseorang yang mendengar
    karena keadaannya memaksa untuk mendengar.
MEYAKINKAN PENDENGAR POSITIF
Anda harus  focus terhadap yang
anda sampaikan, menjadikannya lebih dapat diterima dan dapat segera
dilaksanakan.Pembicaraan yang diarahkan disebut sebagai pembicaraan
penegas,pengingat,atau motivasi. Cara bicara pada  pendengar
 positif:
  1. Jangan terlalu banyak menyampaikan nasihat,banyak
    nasihat akan membuatnya bosan.Sebaiknya kita berikan alasan-alasan baru
    yang mendorong mereka untuk bergerak.
  2. Jadilah orang yang efektif, jadikan tema pembicaraan
    menarik.Ungkapkan ide-ide yang brilian dan jadikan lebih realistis.Cara
    efektif untuk memberikan pengaruh pada pendengar:
  • Memanfaatkan pengalaman hidup
  • Menciptakan suasana baru
  • Menggunakan alat bantu
  • Mendorong pendengar untuk pro aktif
1.6 MEYAKINKAN PENDENGAR YANG NETRAL
Biasanya mereka mendiskusikan dan
menilai ide- ide pembicara dengan jeli.Car a bicara terhadap mereka adalah
swbagai berikut:
  1. Jangan sampaikan tema pembicaraan secara dramatis.Jika
    anda telah mampu mengubah pendengar  netral menjadi positif maka
    menyampaikan kesimpulan secara dramatis mungkin cocok,tapi menyampaikan
    ide sejak pertama sampai akhir sampai akhir akan menimbulkan efek yang
    negative.
  2. Berfikirlah secara logis,pendengar netral biasanya
    menimbang-nimbang idea tau pikiran anda,jiak mereka kritis dan banyak
    menyampaikan pertanyaan,maka anda akan mengalami kesulitan,cara untuk
    membantu anda meyakinkan pendengar netral ini adalah sebagai berikut:
  • Buktikan kebenaran dan kredibilitas bukti-bukti yang
    anda sampaikan
  • Jelaskan kepada pendengar bagaimana  mereka dapat
    membuktikan kebenaran bukti-bukti anda.
  • Jangan lupakan sedikitpun keterangan-keterangan yang
    penting.
  • Berikan kesempatan untuk Tanya jawab.
  • Jelaskan cara yang anda gunakan dalam proses
    pengambilsn kesimpulan,dari persamaan –persamaan  logika secara
    meyakinkan sehingga pendenagr yakin bahwa anda sampai kepada kesimpulan
    dengan cara yang logis.
Dalam hal ini kemampuan anda
menjawab pertanyaan yang disampaikan sangat penting dalam proses meyakinkan
orang lain.
1.7 MEYAKINKAN PENDENGAR YANG MENENTANG
Cara  menghadapinya adalah
sebagai berikut:
  1. Jangan memicu kontroversi
  2. Bersikaplah dengan adil,cara yang digunakan pada
    pendengar penentang adalah sebagai berikut
  • Tentukan sikap “pendengar yang menentang” terhadap
    masalah dengan teliti.
  • Menghindari sementara titik-titik rawan yang dapat
    menimbulkan perdebatan.
  • Tampakan padanya bahwa anda menghargai pendapatnya dan
    caranya berfikir.
  • Jangan berlebihan menyampaikan argument pribadi anda.
  • Gunakan gaya yang bersemangat dan ramah.
1.8 MEYAKINKAN PENDENGAR YANG TAK ACUH
Cara berbicara dengan mereka adalah
sebagi berikut;
  1. Jangan membosankan,hindari memuliakan dengan gaya 
    berlebihan,jangan banyak menggunakan istilah yang membosankan.
  2. Beersemangatlah,ada beberapa cara untuk mendapat
    perhatian dari pendengar tipe ini:
  • Menggunakan intonasi suara dan semangat dalam proses
    penyampaian
  • Carilah penjelasan penjelasan yang baru dan unik.
  • Pergunakan informasi-informasi terkini .
  • Pergunakan model cerita.
  • Ingatlah betapa penting dan berharganya humor dan
    anekdot

1.9 LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENJADI SEORANG KOMUNIKATOR
  1. Telitilah tujuan komunikasi
  2. Perluas wawasan anda
  3. Dengarkan dengan cermat dan pahami pesan yang
    disampaikan orang lain kepada anda
  4. Selalu perhatikan sumber pesan dari mana asalnya
  5. Bentuklah pesan anda sesuai dengan tingkat pendengar
  6. Sampaikan pertanyaan
  7. Kenalilah apa yang akan anda bicarakan
  8. Bicaralah dengan jelas dan spesifik
  9. Jangan takut berkata “saya tidak tahu”

10.  Ingat, apa saja yang
sampai pada orang lain adalah sarana berkomunikasi
11.  Hindari terperangkap dalam
ungkapan “adaklanya /atau”
12.  Hadapilah orang yang anda
ajak bicara dengan penuh perhatian
13.  Jangan memotong
pembicaraaan orang lain
14.  Usahakan menyamapikan
pikiran-pikiran anda pada waktu dan tempat yang tepat
15.  Yakinlah bahwa komunikasi
secara langsung adalah proses yang berkesinambungan









BAB III
PENUTUP
1.10  Kesimpulan
Berbicara merupakan suatu sistem
tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang
memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan atau
ide-ide yang dikombinasikan. Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia
yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan
linguistik. Pada dasarnya berbicara mempunyai tiga maksud umum, yaitu:
a.Memberitahukan dan melaporkan (to
inform).
b.Menjamu dan menghibur (to
entertain).
 c.Membujuk, mengajak, mendesak dan meyakinkan
(to persuade).
Secara garis besar, berbicara dapat
dibagi atas:
a.      
Berbicara di muka umum (public
speaking)  
b.Berbicara pada konferensi Faktor penunjang
a.Faktor kebahasaan  
b.Faktor nonkebahasaan Faktor penghambat
a.Faktor fisik
b.Faktor media
c.Faktor psikologis
Dalam mengevaluasi keterampilan
berbicara seseorang pada prinsipnya harus memperhatikan lima faktor, yaitu:
a) Apakah bunyi-bunyi tersendiri
(vokal, konsonan) diucapkan dengan tepat?  
b) Apakah pola-pola intonasi, naik
dan turunnya suara serta rekaman suku kata memuaskan?
c) Apakah ketepatan ucapan
mencerminkan bahwa sang pembicara tanpa referensi internall memahami bahasa
yang digunakan?
d) Apakah kata-kata yang diucapkan
itu dalam bentuk dan urutan yang tepat?
e) Sejauh manakah “kewajaran” dan “kelancaran”
ataupun “kenative-speaker-an” yang tecermin bila sesorang berbicara?
Hubungan antara berbicara dengan
menyimak yaitu ucapan (speech) biasanya diperoleh dari kemampuan menyimak dan
meniru. Oleh karena itu contoh model yang disimak atau direkam oleh sang anak
sangat penting dalam penguasaan kecakapan berbicara. Hubungan antara berbicara
dengan membaca yaitu performansi atau penampilan membaca berbeda sekali dengan
kecakapan berbahasa lisan. Hubungan antara ekspresi lisan dengan ekspresi tulis
sang anak belajar berbicara  jauh sebelum dia dapat menulis; dan kosakata,
pola-pola kalimat, serta ide-ide yang memberi ciri pada ujarannya merupakan
dasar bagi ekspresi tulis berikutnya.

1.11 Saran
Dengan pentingnya aspek berbicara
pada pengajaran Bahasa Indonesia khususnya pada siswa Sekolah Dasar, pendidik
harus dapat memberikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan berbicara pada
siswa.


DAFTAR PUSTAKA
Burhan Nurgiyantoro.1995.
 Penilaian dalam Pengajaran
Bahasa dan Sastra  Indonesia
. Yogyakarta: BPFE. Tarigan, H.G.
1986.
 Berbicara sebagai suatu
Keterampilan Berbahasa Bandung: Angkasa.
Catatan Ari KETERAMPILAN BERBAHASAASPEK
BERBICARA.htm
Dikutip
dari buku “10 kebiasaan manusia sukses tanpa batas”,karya DR.Ibrahim Hamd Al-
qu’ayyid.
Hal,366-377